I miss my everything, my passion on journal, my simple thought in the middle of the night, the way I used to write them through my fingers. I miss the athmosphere among people to discuss without any intrigue. I miss the classes I used to attend..
I've tried my best, to get the seat. I had two chance and the last time I failed. Trying to positive thinking that perhaps it's the best for me. My calculation is totally different from heaven's calculation. I just have to accept it and keep on trying..
Rabu, 12 Desember 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
I really don't know
What happened in the last three months was quite shocking. Things got turned up side down. The feeling, the situation, the athmosphere, those changing rapidly. And I have no idea how to start to tell you this.
Begin with a short conversation, a short notification then suddenly it was too late to understand that perhaps it just have to be that way. So, all I can do is just sit back and relax.. What's next I really don't know
Begin with a short conversation, a short notification then suddenly it was too late to understand that perhaps it just have to be that way. So, all I can do is just sit back and relax.. What's next I really don't know
Minggu, 05 Agustus 2012
It begins with a tweet..
I've been stalking felix's twitter lately. He is a mualaf dan a rising star in giving inspiration for moslem by his tweet. I got quite shocked when I read his timeline. Deep inside my heart I whispered this man is awesome and true.
Well, his tweets are straight forward and to the point. Talking about hijab, how to behave with a man. It made me rethinking about how I behave lately. Then I realized I haven't done the right behaviour I should be. So, perhaps I'm gonna change the way it used to be and hopefully I can be a better woman.
It begins with a tweet..
Well, his tweets are straight forward and to the point. Talking about hijab, how to behave with a man. It made me rethinking about how I behave lately. Then I realized I haven't done the right behaviour I should be. So, perhaps I'm gonna change the way it used to be and hopefully I can be a better woman.
It begins with a tweet..
Rabu, 01 Agustus 2012
terlalu banyak pertimbangan..
Saya pernah tidak terpilih untuk beasiswa apbn s3 beberapa waktu lalu. Apa menyurutkan minat saya untuk sekolah lagi? Tidak. Malah semakin membuat saya penasaran kenapa saya bisa tidak dipilih untuk beasiswa ini. Suami saya pernah bilang kenapa tidak sekolah sendiri aja. Saya tidak mau begitu. Soalnya selain masalah finansial, keterbatasan waktu juga jadi pertimbangan. Suami saya pernah dobel-dobel kuliah sambil kerja gitu di UI. Hasilnya ga optimal. Jadwal kuliah dan ujian seringkali bentrok dengan tugas dari kantor. Padahal saya tau persis dia bisa lulus dengan hasil yang lebih baik dari yang tertera di ijasahnya. Jadi, saya tidak mau mengulangi hal yang sama dengan yang dialami suami saya.
Kemarin, di email ada penawaran beasiswa dari Bappenas. Semangat dong bacanya.. Beasiswa dari Bappenas memang bukan hal yang baru buat saya karena dulu saya kuliah juga didanai dari beasiswa ini. Jadi pas liat-liat formulir dan sebagainya sudah sangat familier. Yang mengejutkan adalah ketika saya mencari-cari formasi untuk S3, disitu tertulis cost sharing type IV tapi di formulir jadi cost sharing type VI. Bingunglah saya..
Karena penasaran dan penuh semangat, saya pun telpon ke Bappenas untuk mengkonfirmasi hal ini. Sekalian tanya berapa kuota untuk beasiswa S3. Hohoho langsung jleb begitu mendengar penjelasannya. Jadi katanya pemberian beasiswa S3 tahun lalu tidak ada, tapi untuk tahun ini (kuliah 2013) ada tapi cost sharing type VI. Artinya Bappenas hanya membiayai kuliah dan membantu riset (paling banyak 6,5 juta) saja. Tanpa allowance! Saya pun langsung berhitung berapa opportunity costnya..hehehehe...
Iya lah, gimana ga hitung-hitungan.. Banyak yang harus saya lepas begitu sekolah. Bukan cuma pekerjaannya saja, tapi take home pay nya juga. Masalahnya sebanding ga? Prospeknya gimana.. Trus menjalaninya nanti gimana.. Pertimbangannya banyak lah. Kalau saat ini saya minta nasihat ke ibu, dia pasti bilang "ya sudahlah buat apa sekolah tinggi-tinggi, mending fokus ke keluarga.. ngurusin anak yang sudah besar-besar dan butuh perhatian serta biaya lebih itu"
Duh, ibu tau ga ya kalau saya ingin sekolah salah satunya ya buat keluarga juga. Supaya saya punya waktu dan pengetahuan lebih buat mereka. Walaupun mungkin bukan finansial yang lebih..
Sungguh, ini suatu keputusan yang sulit, mau apply atau tidak. Padahal apply aja belum tentu dibolehin sama bos hehehe.. Kebanyakan pertimbangan ya..
Kemarin, di email ada penawaran beasiswa dari Bappenas. Semangat dong bacanya.. Beasiswa dari Bappenas memang bukan hal yang baru buat saya karena dulu saya kuliah juga didanai dari beasiswa ini. Jadi pas liat-liat formulir dan sebagainya sudah sangat familier. Yang mengejutkan adalah ketika saya mencari-cari formasi untuk S3, disitu tertulis cost sharing type IV tapi di formulir jadi cost sharing type VI. Bingunglah saya..
Karena penasaran dan penuh semangat, saya pun telpon ke Bappenas untuk mengkonfirmasi hal ini. Sekalian tanya berapa kuota untuk beasiswa S3. Hohoho langsung jleb begitu mendengar penjelasannya. Jadi katanya pemberian beasiswa S3 tahun lalu tidak ada, tapi untuk tahun ini (kuliah 2013) ada tapi cost sharing type VI. Artinya Bappenas hanya membiayai kuliah dan membantu riset (paling banyak 6,5 juta) saja. Tanpa allowance! Saya pun langsung berhitung berapa opportunity costnya..hehehehe...
Iya lah, gimana ga hitung-hitungan.. Banyak yang harus saya lepas begitu sekolah. Bukan cuma pekerjaannya saja, tapi take home pay nya juga. Masalahnya sebanding ga? Prospeknya gimana.. Trus menjalaninya nanti gimana.. Pertimbangannya banyak lah. Kalau saat ini saya minta nasihat ke ibu, dia pasti bilang "ya sudahlah buat apa sekolah tinggi-tinggi, mending fokus ke keluarga.. ngurusin anak yang sudah besar-besar dan butuh perhatian serta biaya lebih itu"
Duh, ibu tau ga ya kalau saya ingin sekolah salah satunya ya buat keluarga juga. Supaya saya punya waktu dan pengetahuan lebih buat mereka. Walaupun mungkin bukan finansial yang lebih..
Sungguh, ini suatu keputusan yang sulit, mau apply atau tidak. Padahal apply aja belum tentu dibolehin sama bos hehehe.. Kebanyakan pertimbangan ya..
Kamis, 12 Juli 2012
Sad things in July
This month, begin with the grief. The first is the sadness that I was unable to obtain a doctoral scholarship. Secondly, my family's pet cat, Srintil died. Though Srintil is a cat with a level of intelligence above the average and his age is not even two years old. The third sorrow that just happened two days ago was I again lost friends because of miscommunication that can not be avoided.
All this makes me think, it seems this is a warning from God to me. For some reason all the events that occur repeatedly in the first ten days of July. To be honest, the third one make me confused how to handle it. Previously we had ever had a similar problem but then melts again at the beginning of this year. I am very sorry if finally he gets angry or something because of that misunderstanding. I didn't mean it. Probably most of this is my fault and I apologized. But that's .. It was just sad ..
All this makes me think, it seems this is a warning from God to me. For some reason all the events that occur repeatedly in the first ten days of July. To be honest, the third one make me confused how to handle it. Previously we had ever had a similar problem but then melts again at the beginning of this year. I am very sorry if finally he gets angry or something because of that misunderstanding. I didn't mean it. Probably most of this is my fault and I apologized. But that's .. It was just sad ..
Selasa, 03 Juli 2012
Menjadi produktiflah kamu!
Sebenarnya ini gara-gara baca bukunya Muhammad Assad yang judulnya Notes From Qatar itu. Well, ga sejelas itu juga sih dia menggambarkan kita untuk produktif. Tapi setelah baca buku itu entah kenapa rasa-rasanya kok akhir-akhir ini kurang banyak berbuat sesuatu yang lebih gitu. Semisal ngetwit ga lagi seantusias dulu, maksudnya ngetwit yang berguna.. Nulis di blog juga ga seaktif dulu.. Padahal dulu bawaannya pingin nulis terus.. yah mungkin ada masa-masanya mengalami kejenuhan. Tapi kan ga boleh gitu ya kalau untuk kebaikan..
Akhirnya, di tengah ketidakpastian, ketidaksempurnaan, ketidaknyamanan ini saya berusaha sekali untuk mencegah kemalasan dan kebosanan yang sesungguhnya tidak berguna itu. Ini bukan janji.. bukan.. cuma tiba-tiba aja sadar ternyata sudah lalai..
Hypophrenia
Last saturday I received this message from my friend in training center. She informed me that I failed due to selection for doctoral scholarship from my office. Somehow I felt okay with that decision and accepted it sincerely. But that didn't last..
As a human being I feel quite dissapointed and sad. Literally, hypophrenia defined as a feeling of sadness seemingly without a case. Perhaps that what happened to me lately. Quite sad for nothing. Sometimes I think that happened due to my period. And actually, it did.
So, am I gonna say myself in hypohrenia condition? I don't think so. It's just happened by accident I guess..
Selasa, 24 April 2012
Did you know?
One of my works at the office is writing simple analysis about regional economic phenomenon quarterly. And lately i like a nice things in my paper. So it's kind of my habbit to decorate my paper nicely using pastel colors and pictures and lovely graphics. It happened to be my identity of my work..
But somehow, as time goes by and there is a change in staff and crew at higher level, there is a change in preferences. The new person thought that my works is totally out of the line and look childish with the pastel colors and pictures. They should be in a classic view as they meant to be as "goverment product". To be honest i was very disapointing about this, the feeling get worse because the judge is happen to be my friend. I just don't know how to manage this kind of problem. I like to keep my works as usual but on the other hand they will be considered as bad work. I believe his judgement is not 100 correct, but that's the way it is.
The feeling got worse when he insist to have a 'did you know' quotation on every single page. In my opinition, a 'did you know' quotations are needed to explain something unusual in our local analysis. It will explain the blast thing around the analysis. But he doesn't care at all..
Did you know? You're stubborn sir!
Kamis, 19 Januari 2012
Excuse me, I'm not perfect
There was a moment when I just stood up and stared those eyes, didn't know what to say or do. My mouth was so numb and i was sure that my face looked stupid at that time.
There was a moment when I was so scared being asked why it had to be that way to pull the communication.
Then I suddenly made a weird decision not to bother it at all.
Perhaps that's the best for me.
I'll take another chance to cover it up.
I'm not perfect
But at least I've tried to be
There was a moment when I was so scared being asked why it had to be that way to pull the communication.
Then I suddenly made a weird decision not to bother it at all.
Perhaps that's the best for me.
I'll take another chance to cover it up.
I'm not perfect
But at least I've tried to be
Rabu, 18 Januari 2012
BBM -> BBG
Sudah setahun lebih blog ini tidak pernah ditulisi. Dari banyak kejadian selama ini, ingin juga menulis pendapat saya tentang konversi bbm ke bbg yang sekarang jadi pembicaraan banyak pihak itu.
Sempat terpikir kenapa wacana konversi bbm ke bbg itu bisa booming seperti ini. Sebenarnya according to my opinion, beberapa masalah kemungkinan besar akan timbul akibat kebijakan ini. Antara lain :
1. Pengadaan konverter kit.
Pernah tidak terpikir, bagaimana pengadaan konverter kitnya nanti kalau semua kendaraan harus pakai bbg supaya hemat (katanya). Masalahnya harga konverter kit itu tidak murah. Taruhlah kalau pembatasan bbm dimulai per 1 April 2011 nanti, supaya hemat ya harus pakai bbg. Dan untuk pakai bbg, mobil tersebut harus dipasang konverter kit. Misalnya, konverter kita akan diproduksi sendiri secara massal, apa bisa dijual murah? Berapa modal yang diperlukan untuk membuat konverter kit sendiri? Apakah sepadan dengan penghematannya? Lalu kalau mau impor, bagaimana mekanisme impornya? Apakah importirnya ditentukan sendiri atau melalui mekanisme pasar? Kalau ditentukan sendiri apa nanti tidak akan sarat dengan praktek KKN? Lalu, balik lagi, bagaimana prosedur impornya supaya harganya disini tidak mahal.
2. Mewabahnya motor
Ini adalah efek kalau masyarakat yang memiliki mobil harus menggunakan pertamax. Sedangkan premium masih boleh dibeli oleh masyarakat yang menggunakan motor. Selisih harga antara pertamax dan premium akan membuat masyarakat mengganti kendaraannya dari mobil ke motor. Dan akhirnya... traram makin macet, tingkat kecelakaan diperkirakan akan makin meningkat karena dengan data yang sekarang saja, tingkat kecelakaan kendaraan roda dua sudah tinggi.
3. Keamanan
Kalau mobil-mobil dipasangi konverter kit, seberapa besar tingkat keamanan konverter kit dalam mobil tersebut. Bagaimana kalau terjadi kecelakaan seperti tabrakan dan lain-lain, apa tidak akan menimbulkan bencana yang lebih besar lagi?
Sebelumnya, sudah ada kajian mengenai harga bbm dan subsidi yang diberikan pemerintah. Waktu itu diusulkan untuk menaikkan harga bbm secara bertahap, tetapi tidak dilakukan.
Nah, berdasarkan hal-hal yang dipikirkan di atas tersebut, seberapa besar sih penghematan yang dihasilkan dan akan digunakan untuk apa. Jangan sampai menyelesaikan satu masalah tapi malah menimbulkan seratus masalah baru. Naudzubilah..
Sempat terpikir kenapa wacana konversi bbm ke bbg itu bisa booming seperti ini. Sebenarnya according to my opinion, beberapa masalah kemungkinan besar akan timbul akibat kebijakan ini. Antara lain :
1. Pengadaan konverter kit.
Pernah tidak terpikir, bagaimana pengadaan konverter kitnya nanti kalau semua kendaraan harus pakai bbg supaya hemat (katanya). Masalahnya harga konverter kit itu tidak murah. Taruhlah kalau pembatasan bbm dimulai per 1 April 2011 nanti, supaya hemat ya harus pakai bbg. Dan untuk pakai bbg, mobil tersebut harus dipasang konverter kit. Misalnya, konverter kita akan diproduksi sendiri secara massal, apa bisa dijual murah? Berapa modal yang diperlukan untuk membuat konverter kit sendiri? Apakah sepadan dengan penghematannya? Lalu kalau mau impor, bagaimana mekanisme impornya? Apakah importirnya ditentukan sendiri atau melalui mekanisme pasar? Kalau ditentukan sendiri apa nanti tidak akan sarat dengan praktek KKN? Lalu, balik lagi, bagaimana prosedur impornya supaya harganya disini tidak mahal.
2. Mewabahnya motor
Ini adalah efek kalau masyarakat yang memiliki mobil harus menggunakan pertamax. Sedangkan premium masih boleh dibeli oleh masyarakat yang menggunakan motor. Selisih harga antara pertamax dan premium akan membuat masyarakat mengganti kendaraannya dari mobil ke motor. Dan akhirnya... traram makin macet, tingkat kecelakaan diperkirakan akan makin meningkat karena dengan data yang sekarang saja, tingkat kecelakaan kendaraan roda dua sudah tinggi.
3. Keamanan
Kalau mobil-mobil dipasangi konverter kit, seberapa besar tingkat keamanan konverter kit dalam mobil tersebut. Bagaimana kalau terjadi kecelakaan seperti tabrakan dan lain-lain, apa tidak akan menimbulkan bencana yang lebih besar lagi?
Sebelumnya, sudah ada kajian mengenai harga bbm dan subsidi yang diberikan pemerintah. Waktu itu diusulkan untuk menaikkan harga bbm secara bertahap, tetapi tidak dilakukan.
Nah, berdasarkan hal-hal yang dipikirkan di atas tersebut, seberapa besar sih penghematan yang dihasilkan dan akan digunakan untuk apa. Jangan sampai menyelesaikan satu masalah tapi malah menimbulkan seratus masalah baru. Naudzubilah..
Langganan:
Komentar (Atom)