Just got another thought..
On the way to office, through the rain.. through the traffic jam.. I remember what my daughter said last nigh.. mom, read my blog..
So, first thing to do at the office was reading her blog.. not my mail..
She wrote about her activity.. just like what i did..
Hmm.. I'm glad she has new habit.. hopefully it will be good for her..
Sabtu, 31 Juli 2010
Senin, 26 Juli 2010
where are you taking me?
Tadi siang, ada yang ngajak ke lapangan.. (swear.. ketika menuliskan 'ke lapangan' bener-bener ga berkelas). Tapi karena sudah tugasku.. ya duty is duty.. it's just something you can avoid..
Anyway, it's not about duty I'm talking about.. it's about the journey..
Jadi begini, setelah selesai itu kunjungan.. (sepertinya lebih enak disebut kunjungan daripada ke lapangan).. mampir sebentar (sumpah cuman sebentar!) ke rumah si pengajak itu untuk ambil surat-surat pentingnya..
Yang bikin aku rada heran, kenapa dia mengambil jalan memutar yang menurutku.. (just my opinion) jadi semakin jauh.. The things came up my mind was.. maybe it's because the traffic if we took regular route..
To be honest, aku bisa saja nyasar dengan rute yang ga lazim itu.. tapi jadi semakin tau lah ternyata banyak jalan menuju suatu tempat.. walau dalam hati sih, well..boy, that's okay.. i enjoyed it anyway.. ^_^
Anyway, it's not about duty I'm talking about.. it's about the journey..
Jadi begini, setelah selesai itu kunjungan.. (sepertinya lebih enak disebut kunjungan daripada ke lapangan).. mampir sebentar (sumpah cuman sebentar!) ke rumah si pengajak itu untuk ambil surat-surat pentingnya..
Yang bikin aku rada heran, kenapa dia mengambil jalan memutar yang menurutku.. (just my opinion) jadi semakin jauh.. The things came up my mind was.. maybe it's because the traffic if we took regular route..
To be honest, aku bisa saja nyasar dengan rute yang ga lazim itu.. tapi jadi semakin tau lah ternyata banyak jalan menuju suatu tempat.. walau dalam hati sih, well..boy, that's okay.. i enjoyed it anyway.. ^_^
Sabtu, 24 Juli 2010
belanja kalap..
Belanja kalap.. begitulah kalau sudah ketemu toko buku..
Kemarin siang, habis jemput si sulung dari ekskulnya, mampir ke inter media. Niat awalnya sih cuma beli cat akrilik plus tetek bengeknya.. ujung-ujungnya segala dibeli deh..
Padahal, malamnya harus nemenin si tengah latihan taekwondo di helios, BCP. Awalnya iseng daripada bengong liat anak-anak pada nendang sana nendang sini, baca-baca di gunung agung.. ujung-ujungnya.. antri di kasir, segala peta lah dibeli, buku toefl sampe dua, trus biasa deh.. ga ketinggalan.. novel.
Novel yang dibeli rain affair... sempurna.. kenapa? karena belinya malam, bacanya jam 11 malam.. paginya dah tinggal history.. easy reading.. tapi bikin jebol kantong.. karena pagi ini ga ada cash buat belanja.. hahay..
Jadi.. kalo ga mau kebobolan.. menjauhlah dari toko buku.. sayangnya toko buku itu merupakan magnet yang sulit untuk dihindari..
Kemarin siang, habis jemput si sulung dari ekskulnya, mampir ke inter media. Niat awalnya sih cuma beli cat akrilik plus tetek bengeknya.. ujung-ujungnya segala dibeli deh..
Padahal, malamnya harus nemenin si tengah latihan taekwondo di helios, BCP. Awalnya iseng daripada bengong liat anak-anak pada nendang sana nendang sini, baca-baca di gunung agung.. ujung-ujungnya.. antri di kasir, segala peta lah dibeli, buku toefl sampe dua, trus biasa deh.. ga ketinggalan.. novel.
Novel yang dibeli rain affair... sempurna.. kenapa? karena belinya malam, bacanya jam 11 malam.. paginya dah tinggal history.. easy reading.. tapi bikin jebol kantong.. karena pagi ini ga ada cash buat belanja.. hahay..
Jadi.. kalo ga mau kebobolan.. menjauhlah dari toko buku.. sayangnya toko buku itu merupakan magnet yang sulit untuk dihindari..
Jumat, 23 Juli 2010
open up for more tasks
Jelang sore hari Jum'at, tiba-tiba ada telp untukku dari bos. Waduh, kepikiran akan ditagih kerjaan yang belum kelar-kelar karena memang belum dikerjakan.. Nyatanya, beliau telpon itu memang berkaitan dengan pekerjaan juga, tapi yang ini pekerjaan spesial, yah setidaknya begitulah menurutku.
Ada assignment yang urgen, katanya senin mau dibawa ke pusat.. halah..
Tapi, aku merasa flattered juga, karena ternyata memang ga semua harus begitu, dan beliau lebih percaya aku yang ngerjainnya.. he he sumpah itu cuma sisi ge er ku yang overdosis ajah. Tapi yah, tugas adalah tugas, kerjakan sebaik-baiknya..
Jadi, ceritanya sekarang lagi ngerjain.. yuuuk mariiii..
Ada assignment yang urgen, katanya senin mau dibawa ke pusat.. halah..
Tapi, aku merasa flattered juga, karena ternyata memang ga semua harus begitu, dan beliau lebih percaya aku yang ngerjainnya.. he he sumpah itu cuma sisi ge er ku yang overdosis ajah. Tapi yah, tugas adalah tugas, kerjakan sebaik-baiknya..
Jadi, ceritanya sekarang lagi ngerjain.. yuuuk mariiii..
Selasa, 20 Juli 2010
Teralienasi
Aku baru baca-baca lagi email jadul sekitar dua-tiga tahun yang lalu dari seorang teman yang sekarang rasanya lebih mirip seperti orang asing bagiku.
Dalam salah satu emailnya di penutup dia bilang dia mulai teralienasi dengan rutinitas. Cukup mengelitik perasaanku.. karena persis seperti itulah yang saat ini kurasakan. Teralienasi.. mungkin ter-alien-asi.. terasing.. mungkin itu maksudnya ya.. Karena setelah kucari di google, yang itulah maksudnya.
Dalam dua bulan terakhir ini, bertubi-tubi fitnah terus berdatangan. Tidak ada klarifikasi, tidak ada komunikasi yang baik, dan sepertinya ada upaya pencitraan buruk. Awalnya aku berusaha semampuku bertahan, tidak mengeluarkan statement apapun.. (ha ha berasa seleb aja). Tapi dampaknya ternyata luar biasa, karena upaya-upaya penegatifan citra tersebut. Kalau sudah begini.. ya cuma Allah Yang Maha Kuasa yang bisa bertindak. Toh sedikit demi sedikit akan terkuak semua kebusukan hati orang-orang yang memfitnah.
Jadi, dalam masa teralienasi ini.. (rasanya sedikit intelek ketika menuliskannya), aku cuma bisa introspeksi diri dan meningkatkan kemampuan lebih baik lagi.. sambil menyusun strategi tentunya..
Tetapi..
entah kenapa, aku masih merindukan nasihat2 temanku yang kumaksud di atas. Ya Tuhan, andai semua bisa kembali seperti semula. Aku masih belum bisa memahami kenapa kita jadi seperti orang asing begini ketika bertemu. Teman, maafkan aku bila memang semua ini salahku..
Dalam salah satu emailnya di penutup dia bilang dia mulai teralienasi dengan rutinitas. Cukup mengelitik perasaanku.. karena persis seperti itulah yang saat ini kurasakan. Teralienasi.. mungkin ter-alien-asi.. terasing.. mungkin itu maksudnya ya.. Karena setelah kucari di google, yang itulah maksudnya.
Dalam dua bulan terakhir ini, bertubi-tubi fitnah terus berdatangan. Tidak ada klarifikasi, tidak ada komunikasi yang baik, dan sepertinya ada upaya pencitraan buruk. Awalnya aku berusaha semampuku bertahan, tidak mengeluarkan statement apapun.. (ha ha berasa seleb aja). Tapi dampaknya ternyata luar biasa, karena upaya-upaya penegatifan citra tersebut. Kalau sudah begini.. ya cuma Allah Yang Maha Kuasa yang bisa bertindak. Toh sedikit demi sedikit akan terkuak semua kebusukan hati orang-orang yang memfitnah.
Jadi, dalam masa teralienasi ini.. (rasanya sedikit intelek ketika menuliskannya), aku cuma bisa introspeksi diri dan meningkatkan kemampuan lebih baik lagi.. sambil menyusun strategi tentunya..
Tetapi..
entah kenapa, aku masih merindukan nasihat2 temanku yang kumaksud di atas. Ya Tuhan, andai semua bisa kembali seperti semula. Aku masih belum bisa memahami kenapa kita jadi seperti orang asing begini ketika bertemu. Teman, maafkan aku bila memang semua ini salahku..
Langganan:
Komentar (Atom)