Aku baru baca-baca lagi email jadul sekitar dua-tiga tahun yang lalu dari seorang teman yang sekarang rasanya lebih mirip seperti orang asing bagiku.
Dalam salah satu emailnya di penutup dia bilang dia mulai teralienasi dengan rutinitas. Cukup mengelitik perasaanku.. karena persis seperti itulah yang saat ini kurasakan. Teralienasi.. mungkin ter-alien-asi.. terasing.. mungkin itu maksudnya ya.. Karena setelah kucari di google, yang itulah maksudnya.
Dalam dua bulan terakhir ini, bertubi-tubi fitnah terus berdatangan. Tidak ada klarifikasi, tidak ada komunikasi yang baik, dan sepertinya ada upaya pencitraan buruk. Awalnya aku berusaha semampuku bertahan, tidak mengeluarkan statement apapun.. (ha ha berasa seleb aja). Tapi dampaknya ternyata luar biasa, karena upaya-upaya penegatifan citra tersebut. Kalau sudah begini.. ya cuma Allah Yang Maha Kuasa yang bisa bertindak. Toh sedikit demi sedikit akan terkuak semua kebusukan hati orang-orang yang memfitnah.
Jadi, dalam masa teralienasi ini.. (rasanya sedikit intelek ketika menuliskannya), aku cuma bisa introspeksi diri dan meningkatkan kemampuan lebih baik lagi.. sambil menyusun strategi tentunya..
Tetapi..
entah kenapa, aku masih merindukan nasihat2 temanku yang kumaksud di atas. Ya Tuhan, andai semua bisa kembali seperti semula. Aku masih belum bisa memahami kenapa kita jadi seperti orang asing begini ketika bertemu. Teman, maafkan aku bila memang semua ini salahku..